H1N1 pada Babi Kanada = H1N1 yang Menular Sekarang

18 May 2009

OTTAWA, KOMPAS.com - Virus flu babi H1N1 yang ditemukan pada babi yang terinfeksi di satu peternakan Kanada sama dengan virus yang menimbulkan penyakit pada manusia di seluruh dunia, demikian konfirmasi beberapa ilmuwan Kanada. Para ilmuwan dari National Center for Foreign Animal Disease (NCFAD), Canadian Food Inspection Agency (CFIA), telah memetakan rangkaian genetika penuh virus yang ditemukan pada babi dari Alberta dan mengkonfirmasi bahwa virus pada babi yang terinfeksi itu sama dengan yang ditemukan pada manusia, kata CFIA dalam siara pers di laman Internetnya, penghujung pekan lalu.

Sebagian dari 2.300 babi di peternakan tersebut didapati terinfeksi virus baru pada awal Mei. Virus itu diduga menular dari seorang pekerja yang baru kembali dari Mexico.

Saat para ilmuwan sedang berusaha menyelidiki virus baru itu, perkembangan tersebut akan membantu para ilmuwan di seluruh dunia untuk lebih memahami virus itu dan dampaknya pada hewan, kata CFIA.

Para peneliti kini memusatkan perhatian pada cara virus flu babi H1N1 mempengaruhi hewan tersebut.

Kendati studi lebih lanjut diperlukan, penelitian awal menunjukkan bahwa hewan yang terinfeksi jatuh sakit dan pulih secara alamiah, sama seperti kondisi mereka jika terpajan (exposed) terhadap virus influensa yang umum ditemukan pada ternak babi di tingkat global, kata lembaga tersebut.

Penelitian yang sedang dilakukan oleh CFIA meneliti apakah hewan lain mudah terserang virus itu atau tidak. Informasi tersebut mungkin dimanfaatkan guna menyaring tindakan pemantauan dan pencegahan penyakit.

Berbagai studi juga sedang dilakukan guna menilai keefektifan vaksin saat ini, dan mengembangkan metode diagnosis yang lebih baik dan lebih cepat.

Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...

Jakarta "Perang" Melawan DBD

16 May 2009

JAKARTA,KOMPAS.com-Dinas Kesehatan DKI Jakarta berencana melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat umum. Pola tersebut untuk memaksimalkan penanganan pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sehingga bisa lebih menekan angka kasus penyakit tersebut.

"PSN akan lebih efektif jika penanganan dilakukan secara serempak dan bersama-sama. Selain permukiman penduduk, kita tak boleh melupakan sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat umum sebagai tempat nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak," tegas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI, Tini Suryanti, Sabtu (16/5), di Jakarta Pusat.

Menurut Tini, rencana penambahan kegiatan PSN sudah dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Kami tinggal menunggu persetujuan gubernur. Jika persetujuan itu sudah dikeluarkan, kami langsung melaksakanan rencana PSN itu," jelas Tini.

Pasalnya jika tidak dilakukan secara serempak, ujar Tini, maka PSN tidak akan maksimal. Nyamuk aedes aegypti hanya mampu terbang dengan radius 100 meter dan dengan ketinggian maksimal 20 meter. Nyamuk aedes aegypti ini senang hinggap di tempat-tempat yang lembab. Sedangkan di ruangan yang panas, nyamuk tidak akan bertahan lama dan mati.

"Tidak ada cara lain, mari galakkan PSN secara bersama-sama. Masyarakat juga seharusnya menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumahnya masing-masing sehingga peredaran nyamuk aedes aegypti dapat ditekan atau dikendalikan," ungkap Tini.

Rawan

Tini mengatakan, sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat umum merupakan lokasi yang rawan peredaran nyamuk yang menjangkitkan DBD. "Di tempat-tempat itu tak boleh dilupakan dan harus segera dilakukan PSN," papar Tini.

Menurut Tini, pentingnya PSN dilaksanakan di ketiga termpat tersebut mengingat selama ini warga yang terserang penyakit DBD umumnya usia produktif antara 5-45 tahun. Biasanya, mereka berada di tempat-tempat tersebut mulai pukul 06.00 - 10.00 dan pukul 16.00 - 18.00 di saat nyamuk tersebut berkeliaran di mana-mana.

Terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2007 tentang Pengendalian Penyakit DBD, kata Tini, seluruh pemilik gedung harus turut bertanggungjawab atas peredaran nyamuk aedes aegypti. Jika tidak, pemilik atau pengelola gedung tersebut akan dikenai sanksi.

Seperti tertuang dalam bab VII Pasal 212 (1) dari Perda 6/2007 itu disebutkan setiap pengelola atau pimpinan yang karena kedudukannya bertanggugjawab terhadap kebersihan tatanan, maka harus bertanggungjawab terhadap peredaran nyamuk. Jika di tempat tersebut ditemukan jentik nyamuk DBD, maka yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berupa teguran tertulis, atau teguran tertulis yang diikuti dengan penempelan stiker di kantornya. Jika masih melanggar akan dikenakan denda uang minimal sebesar RP 1 juta dan maksimal Rp 50 juta atau kurungan penjara selama 3 bulan.

Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...

Jakarta Utara, Zona Merah DBD

15 May 2009

JAKARTA,KOMPAS.com-Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, hingga kini terdapat sebanyak 35 kelurahan zona merah DBD. Jakarta Utara merupakan wilayah dengan kelurahan zona merah DBD terbanyak, yaitu 14 kelurahan seperti Cilincing, Semperbarat, Sempertimur, Kelapagading Barat, Kelapagading Timur, Pegangsaandua, Koja, Rawabadak Selatan, Tuguutara, Pademangantimur, Penjaringan, Pluit, Tanjungpriok, dan Sunteragung.

Di Jakarta Timur terdapat 11 kelurahan zona merah, yakni Kelurahan Cakungbarat, Jatinegara, Penggilingan, Pulogebang, Ciracas, Durensawit, Cipinangmuara, Utankayu Selatan, Kayuputih, Pisangantimur, dan Pulogadung.

Sementara di Jakarta Selatan terdapat tujuh kelurahan yakni, Cilandakbarat, Jagakarsa, Kalibata, Pasarminggu, Pejatenbarat, Pejatentimur, dan Ragunan.

Di Jakarta Barat terdapat dua kelurahan yakni Kelurahan Kebonjeruk dan Kemanggisan. Sedangkan di Jakarta Pusat hanya satu kelurahan yakni Cempakaputih Timur.

Hingga 14 Mei 2009, jumlah penderita DBD tercatat sebanyak 13.860 kasus dengan angka kematian mencapai 28 jiwa. Rinciannya Januari terdapat 3.142 kasus (8 meninggal), Februari 3.107 kasus (7 meninggal), Maret 4.263 kasus (7 meninggal), April 3.044 kasus (5 meninggal), dan bulan Mei 304 kasus (1 meninggal).

Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...

Awas, Laki-laki Tak Bersunat Berisiko Kanker Penis!

JAKARTA, KOMPAS.com — Sunat dikatakan dapat membantu mengurangi risiko seperti penyakit menular seksual. Namun ternyata tak hanya itu. Sunat juga mengurangi risiko terkena kanker penis. Dengan kata lain, para pria yang tidak sunat berisiko terkena kanker penis.

Demikian diungkap Urolog Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais Jakarta Dr Rachmat B Santoso saat dihubungi melalui telepon, Jumat (15/5). “Penyebabnya adalah infeksi kronis pada orang yang tidak cirkumsisi (sunat),” kata Rachmat. Laki-laki yang juga berisiko adalah mereka yang pernah menderita herpes genitalis.

Persoalan utamanya adalah tidak higienisnya alat kelamin laki-laki karena kepalanya tidak terbuka. Kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis tidak terjamin kalau tidak sunat.

Gejala yang dijumpai pada orang yang kena kanker penis adalah adanya luka pada penis, luka terbuka pada penis, dan merasa nyeri pada penis bahkan terjadi pendarahan dari penis. Biasanya ini terjadi pada stadium lanjut. Ciri lain adalah tampak luka yang menyerupai jerawat atau kutil pada penis.

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergantung kepada lokasi dan beratnya tumor. Cara pertama adalah penektomi atau pemotongan, bisa sebagian bisa juga total. Rachmat mengilustrasikan, jika panjang penis 10 sentimeter dan yang terkena kanker hanya ujung penisnya maka yang panjang penis yang dipotong 2-3 sentimeter. “Tapi, jika yang kena kanker tiga perempat panjang penis, apa boleh buat penisnya harus dipotong habis,” katanya. Cara yang lain bisa berupa kemoterapi dan terapi penyinaran.

Rachmat mengingatkan, penyakit ini tidak boleh dianggap remeh oleh para lelaki. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, kanker penis banyak menyerang usia produktif, 30 tahun sampai 50 tahun.

Meski tidak banyak menyerang pria, dalam setahun hanya ada 2-3 orang yang datang ke RS Dharmais, Anda, para pria harus hati-hati. “Tidak signifikan memang, tetapi sangat mengganggu integritas karena menyangkut kelaki-lakian seseorang,” pungkasnya.

Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...

Perbaikan Sistem, Masalah Kesehatan Utama

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Fachmi Idris MD mengatakan masalah kesehatan yang paling utama adalah perbaikan sistem, bukan kekurangan dokter. "Sistem kerja kesehatan kita masih belum tertata, seperti dokter spesial anak yang masih harus meneteskan vaksinasi. Itu kan sudah cukup oleh dokter umum atau bahkan bidan," kata Fachmi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, memang ada kekurangan dokter kalau dilihat dari jumlah penduduk Indonesia. "Kita butuh sekitar 100 ribu dokter, namun yang ada saat ini baru 56 ribu dokter umum," katanya.

Dia juga mengakui bahwa produksi dokter dari universitas yang ada di Indonesia baru sekitar 1.000 orang per tahun.

"Yang penting di sini diperbaiki dulu sistemnya, tentang perbaikan pelayanan, pembiayaan dan hal yang berhubungan dengan mutu kesehatan, bisa diatasi kemudian," ujar Fachmi Idris.

Ketua IDI juga menyoroti tentang banyaknya rumah sakit yang berlomba-lomba memiliki "CT scan" modern, tetapi tidak melihat berapa kebutuhan terhadap alat tersebut.

"Banyak sekarang rumah sakit yang memiliki CT scan, tetapi kebutuhannya tidak sebesar itu, sehingga terjadi pemaksaan pemakaiannya. Apa benar, orang yang pusing di akhir bulan juga harus di-CT scan," kata Indris sambil mengumbar senyumnya.

Selain itu, dia juga menyebut masalah penetapan pendapatan yang harus diterima seorang dokter, sebagai apresiasi dari hasil kerjanya.

"Dokter umum sebagai ujung tombak harus banyak, tetapi harus diperhatikan juga masalah pendapatannya, sehingga mereka nyaman dalam menjalankan tugasnya," kata Fachmi Idris.

Dia menginginkan rasio pendapatan antara dokter umum dengan dokter spesialis itu tidak terlalu jauh.

"Rasio pendapatannya mungkin satu dibanding dua atau paling tidak satu dibanding empat, tidak seperti saat ini sangat jauh," katanya.

Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...

Saatnya Dunia Berubah

27 March 2009

”Ada 2 orang sinting di dunia ini. Pertama, Ahmadinejad. Dan kedua, Siti Fadilah Supari.” Itulah komentar sebuah blog di Afrika atas launching buku Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) yang berjudul ”Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung”.

Dilaunching pada Minggu, 6 Januari 2008 di Jakarta, buku ini membuat banyak pihak kebakaran jenggot. Betapa tidak? Dalam bukunya ini, Menkes RI membuka kedok World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut.

Menkes RI menguak skandal tersebut ketika di Indonesia ditemukan kasus pertama virus Flu Burung pada pertengahan 2005. Untuk penentuan diagnostik, Indonesia diwajibkan mengirimkan sampel virus ke WHO Collaborating Center (CC) di Hongkong. Hal ini berlangsung hingga tak kurang 58 sampel virus telah dikirimkan Indonesia ke tempat ini hingga pertengahan 2006. Sampel virus ini ternyata disimpan di Los Alamos, New Mexico, di bawah Kementerian Energi Amerika. Para ilmuwan Los Alamos – yang jumlahnya sedikit – inilah yang menguasai sampel itu. Ilmuwan luar tidak punya akses. Tempat inilah yang dalam sejarah pernah menjadi tempat dibuatnya bom atom Hirosima tahun 1945! Tampaknya inilah tempat riset dan pembuatan senjata kimia Amerika (hal. 17).

Sejak itulah, Menkes RI memutuskan memeriksakan spesimen Flu Burung H5N1 ke laboratorium dalam negeri yakni Lab Balitbangkes dan Lab Eijkman. Hasilnya pun toh tak jauh berbeda. Spesimen itu kemudian dikirimkan pula ke Gen Bank yang public domain sehingga ilmuwan dari manapun dapat mengaksesnya; hal mana tidak bisa dilakukan ketika sampel itu masuk ke WHO CC.

Untuk sikap Menkes RI yang berani menentang hegemoni negara maju itu, ia mendapatkan banyak tekanan dan intrik dari berbagai pihak. Bahkan bukunya ini sempat diisukan untuk ditarik dari peredaran atas perintah Presiden SBY karena banyaknya tekanan tersebut. Menjawab isu ini, Menkes RI berkomentar, ”Saya tidak akan menarik dan merevisi buku itu. Saya justru akan mencetaknya lebih banyak lagi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ini adalah pendidikan kebangsaan bagi rakyat saya bahwa negara Indonesia berdaulat. Ini juga pendidikan tentang kemandirian bagi bangsa-bangsa negara-negara berkembang,” demikian Siti Fadilah Supari kepada pers, Kamis (21/1) malam di Jakarta.

Atas dobrakannya terhadap WHO inilah, Los Alamos akhirnya ditutup dan dipindah ke Pentagon, di bawah biro pembuat senjata biologis!

Pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) di Jenewa Swiss, Menkes RI mengusulkan untuk mengubah sistem virus sharing yang sangat merugikan itu dengan sistem yang lebih transparan, adil, dan setara. Pada akhir sidang yang alot, usulan tersebut akhirnya disepakati dan disahkan menjadi Resolusi WHA yang harus dipatuhi semua negara anggota. Hanya sayangnya, prestasi Indonesia di kancah organisasi dunia itu kurang mendapatkan apresiasi di dalam negeri sendiri.

Atas sepak terjangnya ini, maka The Economist bahkan menulis, ''Siti Fadilah Supari memulai suatu revolusi yang mungkin menyelamatkan dunia dari dampak buruk penyakit pandemi. Hal ini karena Menteri Kesehatan Indonesia telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus Flu Burung: transparansi.''

Siti Fadilah Supari adalah Menteri Kesehatan RI yang diangkat oleh Presiden SBY di Kabinet Indonesia Bersatu. Sebagai seorang yang telah mendapatkan banyak penghargaan sebagai peneliti terbaik dalam banyak kesempatan, baik nasional maupun regional, Siti Fadilah Supari sangat memahami lika-liku penanganan virus ini. Dengan gaya penulisannya yang blak-blakan, membaca buku memoar ini seperti layaknya membaca pribadi Siti Fadilah Supari. Apalagi memang buku ini berangkat dari catatan harian Menkes RI yang masih energik itu.

Di tengah inferioritas negara ini di hadapan negara-negara maju dan pemilik modal raksasa dunia, keberanian Menkes RI mendobrak hegemoni mereka patut diacungi jempol dan layak diikuti oleh seluruh komponen bangsa ini. Apalagi jika informasi mengenai harga sampel virus ini benar: bahwa harga virus Flu Burung asal Indonesia sekitar Rp 90 triliun per jenis virus. Jika seluruh 58 jenis virus asal Indonesia dijual, maka uang yang dikeruk dari penjualan virus itu tak kurang dari Rp 5.220 triliun. Indonesia tidak mendapatkan apa-apa dari transaksi itu. Bahkan vaksin Flu Burung yang dibuat dari sampel virus itu justru lantas dijual ke negara ini dengan harga yang sangat tinggi. Tentu saja hal ini merupakan sebuah dagelan para kapitalis tingkat tinggi!

Apresiasi terhadap sepak terjang Siti Fadilah Supari kemudian tak heran datang dari berbagai pihak. Tetapi, ketika disinggung tentang perjuangannya itu, Menkes RI menjawab, dengan rendah hati, ”Tangan Tuhan yang meruntuhkan ketidakadilan itu...”

Judul: Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung
Penulis: Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)
Penerbit: PT. Sulaksana Watinsa Indonesia
Edisi Pertama: 2007
Tebal: xii +204 Halaman

Sumber: Bahtiar HS dan SFS Fans Club
Baca Selengkapnya...

10 Kebiasaan buruk yang merusak Otak

06 March 2009

Jakarta - BlogDetik, Otak memang harus dijaga, karena semua perintah badan kita bersumber dari otak, kalau otak sudah tidak bekerja atau bekerja tidak normal maka efeknya kita menjadi orang tidak normal juga, berikut kebiasaa yang bisa merusak otak kita

1. Tidak Mau Sarapan

Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

Sumber: BlogDetik
Baca Selengkapnya...

Belum konsisten di awal

27 October 2008

Juara bertahan Manchester United (MU) belum menunjukkan konsistensi ketika bertandang ke markas Everton. Hasil seri 1-1 adalah upaya maksimal yang bisa dilakukan. Padahal MU menguasai pertandingan. Rooney yang bulan Oktober ini selalu mencetak gol, kali ini tak mampu berbuat apa-apa. Bahkan disoraki pendukung Everton yang juga bekas klub yang dibela Roo (panggilan akrab Rooney). Walhasil, MU tetap menempati urutan 6 klasemen sementara Liga Inggris.

Akankah MU bangkit di masa mendatang? Saya punya keyakinan kuat, karena Fergie (sapaan akrab Sir Alex Ferguson) adalah pelatih berpengalaman yang sudah terbiasa dalam tekanan apapun. Chelsea dan Liverpool memang mendominasi awal musim ini, karena mereka telah membeli pemain-pemain hebat dan berbakat. Tetapi bukan MU kalau tidak bisa mengatasi semua kesulitan awal musim ini.

Pertandingan baru 8 pekan, dan masih sangat panjang untuk mendongkrak posisi klasemen. Jadi sebenarnya belum bisa menjadi ukuran ketidakkonsistesian MU sepanjang musim, MU hanya saat ini belum konsisten. Ingat! Musim lalu Arsenal selalu memimpin klasemen sejak awal hingga pertengahan musim. Tetapi MU mampu menyalip dengan cerdas dan berhasil mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Bukan tidak mungkin musim ini akan terulang, meskipun ada jarak 8 poin dengan Liverpool yang memimpin klasemen.

Sukses MU? Semoga!

Foto: Rooney dikartu kuning karena dianggap memprovokasi pendukung Everton dengan mencium logo MU di kaosnya. Rooney terpancing karena selalu diteriaki setiap membawa bola.
Baca Selengkapnya...

Pergulatan Membela yang Benar: Biografi Matori Abdul Djalil

24 October 2008

Setelah lebih dari setahun menulis buku ini, banyak pengalaman berharga yang hadir, kadang merupakan sesuatu yang lumrah tetapi kadang mengejutkan dan menjadi pengalaman baru bagi penulis. Ketika mempelajari data-data almarhum, menyimak sepak terjangnya, pemikirannya dan menulis dalam bentuk biografi, penulis seolah-olah sedang berdiskusi dengan almarhum, padahal penulis sedang berdiskusi dengan para para kiai dekatnya, para tokoh yang menyimpan banyak kenangan dengan almarhum, kolega, kerabat, serta kader-kader almarhum. Itulah uniknya menulis biografi orang yang sudah meninggal.

Secara singkat diceritakan bahwa banyak tokoh besar dicetak oleh Nahdlatul Ulama. Namun sosok Matori Abdul Djalil adalah istimewa. Sejak muda, ia berdiri di barisan terdepan pemuda NU dalam menghadapi agresivitas pemuda rakyat PKI. Juga saat mesin represif Orde Baru mengincar eksistensi NU dan kiai-kiainya.

Ketegaran fisiknya diimbangi nalar politik dan kemampuan organisasi serta kepemimpinan yang cemerlang. Ia teguh dalam prinsip-prinsip kebenaran, menghargai kebhinekaan dan jati diri bangsa, seraya tekun menjalin relasi politik serta membangun pencerahan bagi politisi muda. Di puncak karier politiknya, Matori adalah Menteri Pertahanan yang menorehkan catatan historis dalam relasi dengan Departemen Pertahanan AS, serta menyelesaikan Buku Putih Pertahanan.

Buku ini menguraikan perjalanan hidup Matori Abdul Djalil dalam merintis karier politiknya, tentang manuver politik Matori dalam menghadapi rezim Soeharto; serta sikap dan pandangannya terhadap kelompok radikal. Buku ini juga menganalisis terhadap peristiwa pembunuhan kiai dan ustadz di Jawa Timur, serangan pembacokan terhadap Matori, peran Matori dalam membuka jalan bagi Megawati Soekarnoputri sebagai wakil presiden dan akhirnya menjadi presiden. Ditulis pula manuver cantik Pak Matori saat berseteru dengan Gus Dur, guru yang sangat dihormatinya.

Penulis yakin bahwa pustaka ini sangat berguna bagi generasi muda yang ingin belajar kepemimpinan dan organisasi, pengamatan dan aktivitas partai/LSM, mahasiswa, pemerhati sejarah, serta mereka yang peduli pada nilai-nilai keindonesiaan, demokrasi, dan inklusivisme. Last but not lease, tiada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Pun demikian Pak Matori bukanlah sosok yang sempurna, tetapi kepadanya kita dapat belajar.

Semoga Allah menghapus dosa-dosanya. S
emoga seluruh perbuatan baik, amal, ibadah, dan pengabdiannya di dunia diterima di sisi-NYA. Amin ya rabbal alamin.

Secara pribadi, saya menyampaikan rasa terimakasih kepada Mas Khaliq dan tim-nya yang memberikan kepercayaan kepada saya dan Mahrus untuk menulis biografi Almarhum Pak Matori. Juga kepada KOMPAS yang telah menerbitkan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat.[]

Judul Buku: Pergulatan Membela Yang Benar; Biografi Matori Abdul Djalil
Penulis: Mahrus Ali dan MF Nurhuda Y
Kata Pengantar: Susilo Bambang Yudhoyono, Juwono Sudarsono, Harry Tjan Silalahi
Penerbit: PT. KOMPAS Media Nusantara
Cetakan Pertama: September 2008
Tebal: xxiv + 496 halaman
Ukuran: 14 cm x 21 cm
Baca Selengkapnya...

 
 
 
 
Copyright © MF Nurhuda Y