4 produk dendeng/abon dinyatakan positif mengandung DNA babi. Keempat produk tersebut adalah: 1. Dendeng Sapi Dua Daun Cabe Kwalitet Istimewa, kemasan 200 gram, no. pendaftaran PIRT 201357303247, produksi Malang, 2. Dendeng Sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa, kemasan 200 gram, no. pendaftaran PIRT 201357303247, produksi Malang, 3. Dendeng Sapi Brenggolo Kwalitet Istimewa–Giling, kemasan 200 gram, no. pendaftaran PIRT 201357303247, produksi Malang, serta 4. Dendeng/Abon Sapi Spesial Dua Dinar, kemasan 80 gram, no. pendaftaran 0365/10/01/95, produksi Bandung. Selanjutnya Badan POM telah memerintahkan Balai Besar/Balai POM RI di seluruh Indonesia untuk melakukan penarikan dan pemusnahan terhadap keempat produk tersebut.
Demikian penjelasan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (Badan POM RI), Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, Mkes, SpFK, kepada para wartawan tanggal 1 Juni 2009 di Jakarta.
Menurut Dr. Husniah, keempat produk yang mengandung DNA babi tersebut ditemukan setelah Badan POM melakukan sampling dan pengujian lanjutan atas 34 produk hasil olah daging yang terdiri dari 14 dendeng sapi dan 20 abon sapi. Padahal keempat produk yang diharamkan umat Islam tersebut mencantumkan logo “Halal” pada kemasannya.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) selaku institusi yang berwenang menentukan halal atau tidaknya sebuah produk tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produsen dendeng/abon tersebut, ujar Dr. Husniah.
Bagi masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut atau yang menemukan produk tersebut dapat menghubungi Badan POM RI melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen di nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau melalui e-mail ulpk@pom.go.id dan uplkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau e-mail puskom.depkes@gmail.com dan puskom.publik@yahoo.co.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
My Blog List
Followers
KOMPAS.com
detiknews - detiknews
ANTARA - Berita Terkini
4 Produk Dendeng/Abon Positif Mengandung DNA Babi
Label: Kesehatan
Awas, Pandemi Flu Babi!
JENEWA, KOMPAS.com - Terus meluasnya flu H1N1 di Inggris, Spanyol, Jepang, Chile dan Australia telah menggerakkan dunia lebih dekat ke kesiapsiagaan tertinggi wabah virus itu, seorang pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia WHO) mengatakan.
"Ada sejumlah negara yang tampaknya berada pada transisi, bergerak dari kasus-kasus yang berkaitan dengan perjalanan ke tipe perluasan pada masyarakat yang lebih menetap," Keiji Fukuda, penjabat asisten direktur jenderal WHO, mengatakan pada wartawan dalam konferensi jarak jauh.
"Mereka pada transisi dan belum benar-benar di sana, itulah mengapa kita belum pada tingkat enam," kata Fukuda. Tingkat kesiapsiagaan sekarang ini adalah lima, yang berarti wabah itu "sudah dekat".
Menurut perhitungan terakhir WHO, virus flu baru yang dikenal sebagai flu babi itu telah ditemukan di 64 negara, dan tetap paling merata di Amerika Utara. Laboratorium WHO telah mengkonfirmasi hampir 19.000 infeksi termasuk di 117 orang yang telah meninggal.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
Label: Influenza A H1N1
Kasus Prita Bikin Perusahaan Lebih Berhati-Hati
BANDUNG, KOMPAS.com — Kasus Prita Mulyasari diperkirakan membuat perusahaan yang akan mengambil tindakan berlebihan terhadap konsumen menjadi lebih berhati-hati. Perusahaan terutama rumah sakit juga akan melayani konsumennya lebih baik. Anggota Unsur Konsumen Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung, Cecep Suhaeli, di Bandung, Rabu (3/6), mengatakan, Prita bisa dianggap berjasa karena perusahaan akan meningkatkan pelayanannya dan berpikir-pikir dulu sebelum mengambil tindakan hukum.
Menurut Cecep, internet sebagai media bagi Prita untuk menyampaikan keluhan mengenai kurang memuaskannya pelayanan Rumah Sakit Omni International Alam Sutra Tangerang adalah saluran publik yang wajar dalam mengutarakan persoalan sehari-hari.
"Bila dibiarkan, keputusan penjara terhadap Prita membuat masyarakat takut mengadu. Padahal, pengaduan adalah hak konsumen. Mungkin Prita merasa sudah buntu. Selama ini, banyak keluhan dengan internet dan tak apa-apa. Kalau internet sebagai lubang disumbat, ada yang salah," katanya.
"Pihak Rumah Sakit Omni International Alam Sutra seharusnya berkomunikasi untuk mengoreksi kesalahpahaman yang terjadi dan mencari solusinya. Kalau rumah sakit merasa benar, tinggal diklarifikasikan kepada publik," kata Cecep.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
PWNU Jatim Haramkan Makanan Berformalin
SURABAYA, KOMPAS.com - Peserta bahtsul masail (diskusi keagamaan) pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sepakat mengharamkan makanan yang mengandung formalin untuk dikonsumsi, diproduksi, dan diperdagangkan.
"Itu sesuai dengan hadits nabi yang menyatakan tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan orang lain," kata Katib (sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH drs Syarifudin Syarif setelah bahtsul masail PWNU Jatim di Balai Diklat Depag Jatim di Surabaya, Rabu.
Menurut dia, mengkonsumsi dan memproduksi makanan olahan dengan campuran bahan seperti bahan kimia secara medis berbahaya untuk kesehatan, karena bahan kimia akan memicu penyakit dalam waktu dekat maupun selang beberapa tahun.
"Karena itu, kami mengimbau BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) untuk mengawasi makanan yang beredar di pasaran yang mengandung bahan kimia," katanya.
Bila mereka menemukan bahan atau makanan yang mengandung bahan kimia, maka makanan itu harus ditarik dari peredaran dengan memberlakukan sanksi kepada pihak yang sengaja memproduksi makanan dan mengedarkannya.
"Bahan kimia yang biasanya ada dalam makanan adalah formalin, bleng, boraks, melamin, dan zat pewarna yang berfungsi untuk mengawetkan, pemberi rasa, dan pengembang masakan. Makanan kedaluwarsa juga membahayakan kesehatan," katanya.
BBPOM dalam investigasi dan pengujian laboratorium mencatat 56 persen dari 98 sampel bahan makanan dinyatakan positif mengandung formalin.
Penggunaan formalin sebagai pengawet makanan itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, namun bahan makanan berformalin itu ada di pasar tradisional dan toko serba ada.
Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.
Selain itu, kandungan formalin yang tinggi juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan).
Dampak formalin pada kesehatan manusia antara lain efek pada kesehatan manusia langsung terlihat seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing.
Bahtsul masail diikuti sepuluh kiai, di antaranya KH Anwar Manshur, KH Yasin Asmuni, KH Hasyim Abbas, KH Abdullah Syamsul Arifin, Syafrudin Syarif, KH Imam Syuhada, KH Asyhar Ahofwan, KH Azizi Chasbulloh, KH Muhibbul Amal, dan KH Romadlon Khotib.
Selain melakukan diskusi keagamaan, Muskerwil I PWNU Jatim pada 2-3 Juni itu juga membahas pemberdayaan organisasi NU, pengembangan pendidikan, teknologi informasi, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan sosial, kesehatan dan tenaga kerja, pengembangan dakwah pemikiran keagamaan, mobilisasi dana, dan pengelolaannya.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Suami Sehat, Keluarga Bahagia
Pria dan wanita memang berbeda. Perbedaan itu tidak cuma berlaku dalam peran biologis saja. Tetapi juga dalam menghadapi risiko penyakit. Ironisnya, kaum Adam sering kali menyembunyikan penyakit yang tengah ia derita. Ia juga sering menganggap enteng berbagai gejala yang dialami. Kenali kemungkinan penyakit dari ciri-ciri yang dikeluhkannya.
Sering buang air kecil belakangan ini
Terutama pada malam hari. Sering buang air kecil bisa menjadi tanda berbagai penyakit. Di antaranya adalah diabetes, batu ginjal, infeksi kandung kemih, dan pembengkakan prostat. Penyakit yang disebutkan terakhir kerap diderita oleh pria dewasa berusia di atas 40 tahun, demikian rilis berita Departemen Kesehatan RI.
Pembengkakan prostat biasanya disertai pancaran urin lemah, nyeri dan tidak tuntas ketika buang air kecil, serta sakit waktu ejakulasi, demikian menurut dr.Rajesh Kalwani, Sp.PD, dari RS.Pantai Indah Kapuk.
Faktor usia sering jadi pemicu pembesaran prostat. Risiko akan membesar pada pria yang
menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti sering minum alkohol dan kafein. Untuk mengatasinya, ingatkan suami untuk menghindari faktor pemicu. Sebab pembesaran prostat adalah sesuatu yang alamiah. Sempatkan diri untuk mendampingi suami melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, setidaknya sebulan sekali. Sarankan suami agar rajin berolahraga. Olahraga dapat menguatkan otot panggul yang menyangga organ kandung kemih.
Merasa nyeri di persendian
Rasa pegal-pegal yang dialami, terutama di bagian persendian, tidak saja datang ketika ia usai bekerja berat tetapi juga saat malam hari ketika sedang relaks di kamar tidur. Ada yang menganggap nyeri dan pegal di persendian sebagai kelelahan biasa, tapi ada juga yang mengaitkannya dengan rematik. Padahal menurut dr. Rajesh, bisa jadi itu pertanda datangnya rematik. Penyakit ini banyak jenisnya. Salah satunya, rematik asam urat.
Rematik asam urat lebih sering menyerang pria dewasa dibanding wanita. Sebab, wanita memiliki hormon estrogen yang membantu membuang kelebihan asam urat melalui
air seni. Selain nyeri sendi, rematik asam urat ditandai dengan gejala kesemutan, bagian persendian terlihat membengkak dan bersemu merah.
PEMICU: Sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin sangat tinggi. Misalnya, jeroan, santan, daging berlemak, udang, cumi, kepiting dan makanan yang diolah dengan minyak. Di dalam tubuh, purin teroksidasi menjadi asam urat. "Dalam kondisi normal, asam urat dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni dan keringat. Namun pengeluaran asam urat bisa terganggu jika ginjal terganggu dan konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan," jelas dr. Rajesh.
Membatasi asupan bisa kita jadikan solusi. Cukup sekitar 100-150 mg per hari. Hampir semua bahan pangan sumber protein mengandung purin. Karena itu, perbanyaklah menu yang terbuat dari sayur. Penggunaan obat dokter dapat menggantikan diet ketat purin bagi yang sulit menghindari sumber protein. Jangan lupa, ingatkan suami untuk memeriksakan kadar asam uratnya secara berkala. Kadar asam urat normal yaitu 5-7 mg%. Batasan tertinggi untuk pria adalah 6,5 mg%.
Kerap sakit kepala dan sulit berkonsentrasi
Suami tiba-tiba mudah marah? Itu ada alasannya. Apalagi jika ia sering mengeluh sakit kepala. Kita mungkin menyangka dia sedang stres atau terkena gejala flu. Gangguan berkonsentrasi juga sering kita hubungkan dengan faktor usia yang bertambah. Padahal, mungkin saja dua gejala itu adalah sinyal tekanan darah tinggi.
Menurut Larry A. Weinrauch, MD, asisten profesor bidang medis Harvard Medical School, gejala darah tinggi sebenarnya tidak bisa dideskripsikan secara khusus karena sangat beragam. Terkadang tersamar dengan penyakit lain. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai tekanan darah tinggi adalah mual, jantung berdebar, sakit di bagian tengkuk, dan sering lelah.
PEMICU: Stres berkepanjangan. Stres membuat jantung memompa darah dengan lebih cepat. Selain stres, makanan berlemak, rokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkhol yang berlebihan juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
Stres bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat di rumah. Batasi pemakaian garam karena mengandung sodium yang dapat menaikkan tekanan dan volume darah. Asupan sodium kita tidak boleh lebih dari 1,5-2,5 gram per hari atau setara dengan 4-6 sendok teh.
Selalu kelaparan
Jangan senang dulu kalau akhir-akhir ini nafsu makan suami bertambah. Belum tentu itu karena kita semakin pandai memasak. Peningkatan nafsu makan bisa merupakan gejala berbagai penyakit seperti hipertiroid, stres, ketidakseimbangan hormon, atau diabetes.
Untuk kasus diabetes melitus, meningkatnya nafsu makan bukan satu-satunya gejala. Menurut dr.Rajesh, gejala lainnya antara lain sering haus, buang air kecil, gatal-gatal di daerah genital, dan mudah merasa lelah.
Pemicu: Kolesterol tinggi. Diabetes sendiri tidak bisa disembuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah mengatur pola hidup yang baik. Misalnya dengan mengurangi penggunaan gula di rumah. Plus, dengan tidak menyediakan makanan berlemak. Jika suami sudah terlanjur menderita diabetes, dampingi dia saat perawatan.
Jadi susah tidur
Termasuk sering terbangun dengan mulut dan tenggorokan yang kering, atau mengalami sakit kepala saat bangun pagi. Yang juga ia alami tapi sering tidak disadari: Mendengkur. Ini bukan kebiasaan yang bisa dianggap enteng.
Menurut penelitian di Hungaria yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep, mendengkur dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada orang yang mengalami kegemukan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Mayo Foundation for Medical Education Research menyebutkan bahwa mendengkur merupakan gejala berbagai penyakit.
Penyakit yang berhubungan dengan mendengkur adalah polip, alergi, kecanduan alkohol, obesitas dan sleep apnea (gangguan tidur berat yang ditandai dengan terhentinya napas). Hal ini terjadi berulang kali sepanjang tidur.
PEMICU: Posisi tidur yang salah. Menurut David Zieve, MD, MHA., direktur medis American Accreditation HealthCare Commission, gravitasi membuat saluran napas menyempit. Akibatnya adalah kesulitan bernapas. Faktor pemicu lain sleep apnea adalah jenis kelamin, obesitas, genetik, usia dan kecanduan alkohol.
Mengingat suami tidak pernah menyadari bahwa ia mendengkur, maka istri harus banyak berperan. Jangan bosan mengingatkannya untuk tidur dalam posisi miring. Atau bangunkan dia ketika Anda mendapatinya tidur mendengkur di malam hari. Lalu, minta dia mengubah posisi. Menurut Zieve, mengubah posisi tidur tidak banyak membantu jika suami obesitas. Dorong dia untuk berusaha menurunkan berat badan.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
PM Palestina Sampaikan Terima Kasih Pada Menkes
Bogor (ANTARA News) - Perdana Menteri (PM) Palestina Ismail Haniya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari atas dukungan yang telah diberikan melalui MER-C Indonesia untuk rakyat Palestina dalam menghadapi agresi Israel. "Selain itu, PM Palestina secara resmi juga menyatakan dukungannya pada program pembangunan `Rumah Sakit Indonesia di Gaza`," kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad yang menghubungi ANTARA, Selasa pagi.
Organisasi relawan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia bersama unsur pemerintah Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan dipimpin Kepala Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes dr Rustam S Pakaya, MPH telah membantu warga Palestina di Gaza yang menjadi korban agresi militer Israel.
Kini, MER-C Indonesia juga sedang menyiapkan sebuah bantuan berbentuk "Rumah Sakit Indonesia di Gaza". Tidak kurang dari 15 lembaga non-pemerintah lainnya telah memberikan dukungan untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit tersebut.
Sarbini menjelaskan bahwa dukungan PM Palestina itu dinyatakan melalui surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua Tim 2 MER-C untuk Palestina, dr Arief Rachman, tanggal 3 Mei 2009.
Surat dukungan dan ucapan terima kasih tertulis juga diberikan PM Ismail Haniya pada Menkes RI Siti Fadilah Supari. Kedua surat itu dibawa oleh dua relawan MER-C terakhir, yakni dr Arief Rachman dan Abdillah Onim, yang keluar dari Gaza pada hari Selasa (5/5) dan kini telah kembali ke Tanah Air.
Selain membawa surat persetujuan dari PM Palestina, tim juga membawa surat dukungan dari Menteri Kesehatan (Acting Minister) di Gaza Palestina, dr Bassim Naim.
Dalam suratnya, Ismail Haniya atas nama pemerintah dan rakyat Palestina mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan rakyat Indonesia melalui MER-C Indonesia untuk rakyat Palestina dalam menghadapi agresi militer Israel.
Sementara itu, Kepala PPK Depkes Rustam S Pakaya saat ditanya mengenai surat peryataan dari PM Palestina itu menyambut baik atas apresiasi kepada Menkes Siti Fadilah Supari.
"Tentu saja apresiasi dari PM Palestina itu kami sambut hangat," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya saat ini tim pencari fakta dari lintas departemen di Indonesia bersama MER-C Indonesia sudah disiapkan untuk menuju ke Gaza melalui pintu Rafah di perbatasan Mesir-Palestina, namun masih menunggu proses perizinan visa untuk dapat masuk.
"Informasi yang selalu kita ikuti, pintu perbatasan di Rafah masih ditutup, sehingga masih menunggu perkembangan di sana," kata Rustam.
Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo Maret lalu menyatakan bahwa pemerintah segera membentuk tim teknis sebagai hasil konferensi Mesir, yakni Konferensi Internasional Rekonstruksi Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, pada 2 Maret 2009.
Hal itu sudah dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan kemudian dilakukan pertemuan untuk membahas masalah itu sekaligus membentuk tim teknis. Tim ini akan berangkat ke Gaza untuk memetakan
kebutuhan bantuan.
Menurut dia, anggota tim teknis tersebut antara lain akan terdiri atas perwakilan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Depkes, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), DPU, MER-C dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias.(*)
COPYRIGHT © 2009 ANTARA
PubDate: 02/06/09 20:07
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Menkes Resmikan 27 Desa Siaga dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Kabupaten Magelang
Kamis (28/5/2009), Menteri Kesehatan RI Dr. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) meresmikan 27 Desa Siaga dan Pos Kesehatan Desa di Kabupaten Magelang. Acara tersebut diawali dengan peresmian gedung Pos Kesehatan Desa di Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Menkes mengatakan bahwa Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan sampai saat ini secara berkesinambungan, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah mencapai keberhasilan dalam meningkatkan status kesehatan. Meskipun hasilnya belum optimal, tetapi telah banyak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari usaha-usaha para kader membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program kesehatan. Tanpa kader, program dirasakan tidak akan sampai manfaatnya kepada rakyat, ujar Menkes.
Berkaitan dengan Desa Siaga, Menkes menjelaskan bahwa Desa Siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kemampuan dan kesiapan sumberdaya untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri yang disebabkan oleh bencana maupun penyakit. Desa Siaga adalah bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desa sekaligus memberdayakan masyarakat.
Tujuan Desa Siaga menurut Menkes adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. Bentuk pelayanan kesehatan ditandai oleh berdirinya Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Poskesdes minimal memiliki tenaga kesehatan yaitu satu bidan dan dua orang kader kesehatan.
Pembentukan Desa Siaga tentu saja bukan hanya membangun sarana fisik, pemasangan baliho, atau penggantian papan nama Polindes menjadi Poskesdes, tetapi pada menggerakkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam upaya : promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap masalah kesehatan di desa, ujar Menkes.
Menurut Menkes, memang tidak mudah mengembangkan Desa Siaga. Setelah berhasil kita bangun, merupakan tanggung jawab bersama agar Desa Siaga berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Menkes berharap Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Magelang agar terus memberi dukungan yang berkelanjutan dalam pembinaan, dukungan sarana dan prasarana, serta anggaran operasional dalam pengembangan Desa Siaga secara optimal.
Bupati Magelang IR. H. Singgih Sanyoto dalam laporannya mengatakan jika tahun-tahun yang lalu Menkes berkunjung dalam rangka memberikan arahan dan pencanangan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) serta santri siaga, maka tahun ini pencanangan Desa Siaga dalam rangka gerakan masyarakat menuju Kabupaten Magelang Sehat. Diharapkan setelah terbentuknya Desa Siaga, maka peran forum kesehatan desa (FKD) melalui survey mawas diri dan musyawarah mufakat desa (MMD) akan terwujud derajat kesehatan yang optimal.
Pengembangan Desa Siaga di Kabupaten Magelang pada tahun 2008 telah dilaksanakan melalui dukungan dana APBD Kab Magelang sebesar Rp. 175 Juta dan APBN 2008 sebesar Rp. 95 Juta serta dana bantuan sosial untuk operasional desa siaga dan pos kesehatan desa sebesar Rp. 613 Juta untuk 372 Desa/Kelurahan di Kab Magelang, tambah Ir. Singgih.
Menurut Ir. Singgih, sampai akhir 2008 sudah 372 desa dan kelurahan menjadi Desa Siaga dengan jumlah forum kesehatan desa yang terbentuk sebanyak 280 Desa di Kabupaten Magelang. Sedangkan sarana pelayanan kesehatan desa telah terbentuk 189 Pos Kesehatan Desa, baik yang dikembangkan melalui APBD 1, APBD 2, APBN, maupun lembaga swadaya masyarakat.
Ir. Singgih berharap, semua komponen masyarakat dapat ikut berperan dalam proses penggerakan masyarakat untuk mewujudkan kesehatan secara mandiri. Selain itu, bagi swadaya masyarakat serta relawan disampaikan ucapan terima kasih atas partisipasinya dalam kegiatan ini dan diharapkan juga dapat berperan aktif dengan melakukan pengawasan sosial terhadap kegiatan lain seperti asuransi kesehatan keluarga miskin khususnya, proses pendataan yang akurat sehingga mengurangi permasalahan Jamkesmas.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Derajat Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat 4 Tahun Terakhir Membaik
Dalam empat tahun terakhir, derajat kesehatan dan status gizi masyarakat Indonesia telah semakin membaik. Hal ini ditandai dengan berhasil diturunkannya Angka Kematian Ibu dari 307 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2004 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, Angka Kematian Bayi dari 35 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2004 menjadi 26,9 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, dan prevalensi gizi kurang 23,2% pada tahun 2003 menjadi 18,4% tahun 2007
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras kita semua termasuk jerih payah kader Posyandu di seluruh Indonesia yang tidak pernah mengenal lelah dan dengan sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk upaya perbaikan gizi keluarga, imunisasi, kesehatan ibu anak dan keluarga berencana, penanggulangan diare dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat.
Hal itu disampaikan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono ketika membuka Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta (29/5). Temu Kader Posyandu dihadiri 1.200 kader dari Sabang sampai Merauke ditandai penyematan pin secara simbolis kepada 7 kader sebagai penghagaan pemerintah atas upaya-upaya yang dilakukan para kader Posyandu. Tujuh kader tersebut merupakan perwakilan dari peserta yakni Lindawati (NAD), Atikah Bachtiar (Maluku Utara), Oni Mulyadi (Sulawesi Tengah), Weni Sumara Asih (DIY), Maria Slamet (NTB), Naomi (Papua Barat), dan Made Saidana (Bali).
Dihadapan para kader Posyandu, Ibu Negara mengingatkan kembali tujuh pesan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikan dalam Pekan Kesehatan Nasional pada tanggal 18 Juni 2005 di Karanganyar, Jawa Tengah. Ketujuh pesan tersebut adalah aktifkan kembali Posyandu, periksakan ibu hamil minimal 4 kali selama masa kehamilan, berikan imunisasi lengkap kepada bayi, timbanglah bayi dan balita setiap bulan, berantaslah jentik nyamuk dengan 3 M plus, menjaga lingkungan agar tetap bersih, dan ikuti program Keluarga Berencana.
Lebih lanjut dikatakan, temu kader tingkat nasional ini merupakan forum yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja kader melalui berbagi pengalaman suka dan duka dalam mengelola Posyandu, sekaligus sebagai ajang untuk menumbuhkan motivasi dan semangat kebersamaan kader dalam rangka mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat utamanya kelompok rentan yaitu ibu dan anak.
Ibu Negara mengajak para kader untuk tidak terlena dan merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. Tantangan ke depan semakin kompleks dan semakin diperberat dengan krisis ekonomi dunia dan terjadinya pemanasan global, sehingga perlu diwaspadai dampak negatifnya bagi rakyat Indonesia, terutama masyarakat yang kurang beruntung.
Menurut ibu Negara, dengan jumlah Posyandu sebanyak 267 ribu yang tersebar di seluruh pelosok desa di tanah air dengan minimal 5 orang kader aktif, maka ada 1,2 juta kader. Oleh karena itu, para kader Posyandu yang sebagian besar perempuan dapat menggerakkan kaum ibu dan anak balitanya datang ke Posyandu guna mendapatkan pelayanan gizi dan kesehatan serta pelayanan lainnya yang tersedia di Posyandu.
Keberhasilan Posyandu dalam program gizi dan imunisasi telah diakui bahkan dicontoh oleh negara-negara berkembang lain di dunia. Saya mengharapkan lanjutkan yang sudah baik, bahkan tingkatkan dengan berbagai kegiatan inovatif yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat dan dengan memperhatikan kearifan lokal, tambah Ibu Negara.
Selain itu, tambah Hj. Ani Yudhoyono, adanya Desa Siaga merupakan pintu masuk untuk mengembangkan berbagai upaya terobosan dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. Upayanya meliputi kesiagaan masyarakat menghadapi dan mengatasi bencana, kejadian luar biasa penyakit menular dan gizi buruk. Menyiapkan makanan tambahan bergizi menggunakan bahan pangan lokal yang murah dan tersedia, agar dapat dipraktekkan sendiri di rumah. Serta pemanfaatan tanah pekarangan untuk tanaman obat keluarga, sayuran, maupun ternak, yang hasilnya dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, juga dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
Dalam acara Temu Kader ini, diakhiri dialog dengan 4 orang kader dari Provinsi NTT, Yogyakarta, Papua, dan Jawa Tengah.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau e-mail puskom.depkes@gmail.com dan puskom.publik@yahoo.co.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Cegah Flu dengan Pikiran Positif
KOMPAS.com — Demikian anjuran dari dr Janice Kiecolt-Glaser, profesor bidang Ilmu Kejiwaan di Ohio State University College of Medicine. Menurut Janice, sistem kekebalan tubuh dan kondisi emosi seseorang memiliki hubungan yang erat. Kalau kita berpikir positif, maka sel-sel dan cairan kekebalan tubuh ikut meningkat. Hasilnya, tubuh kita jadi lebih kebal terhadap virus flu dan akan lebih cepat sembuh ketika terkena flu.
Supaya manfaat pikiran positif lebih maksimal, imbangi dengan menjaga pola hidup sehat lainnya. Misalnya, cukupi kebutuhan tubuh akan vitamin C, cuci tangan seusai melakukan aktivitas apa pun, serta hindari memegang wajah terlalu sering. Sebab, virus flu dapat masuk melalui mata, hidung, dan mulut. Kalau daya tahan tubuh meningkat, kita juga akan terlihat 6 tahun lebih muda.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan

