TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, produk makanan kemasan dan kosmetik yang diimpor dari Singapura dan Malaysia secara ilegal dapat merugikan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala BPOM Kepulauan Riau I Gede Nyoman Suwandi yang dihubungi Antara dari Tanjung Pinang, Senin (7/9), mengatakan, produk makanan dan kosmetik yang dijual di kabupaten/kota yang berada di Kepulauan Riau tidak dapat diawasi jika diimpor melalui jalur tidak resmi.
"Padahal, banyak produk makanan dan kosmetik dari negara lain yang mengandung zat berbahaya," kata I Gede Nyoman Suwandi.
Dia mengungkapkan, produk makanan dan kosmetik yang berbahaya bagi konsumen kebanyakan berasal dari Malaysia, Thailand, dan China.
Sementara peranan Singapura adalah sebagai negara perantara yang mengimpor produk tersebut dari negara tertentu, kemudian mengekspornya ke Kepulauan Riau.
Produk makanan yang diedarkan di Kepulauan Riau yang berbahaya karena mengandung melamin, zat pengawet secara berlebihan, dan zat pewarna kebanyakan diproduksi oleh berbagai perusahaan di Malaysia, China, dan Thailand.
Sebagian distributor lokal yang mengimpor produk makanan dan kosmetik tidak mengetahui bahwa produk yang diedarkannya di swalayan dan toko-toko berbahaya.
Sementara sebagian produk tersebut diimpor melalui jalur tidak resmi sehingga tidak terawasi.
"Kami akan memberi pemahaman kepada mereka tentang produk yang berbahaya dan dilarang dijual kepada masyarakat," ujarnya.
I Gede Nyoman Suwandi mengungkapkan, impor makanan dan produk lainnya melalui pelabuhan rakyat merupakan cara tradisional yang telah dilakukan pengusaha secara turun-temurun sehingga kemungkinan sulit ditertibkan.
"Itu hal yang menarik, yang menjadi tantangan bersama untuk membenahinya sehingga hak-hak konsumen dapat dilindungi," katanya.
Sejak Januari 2009 hingga sekarang, kata dia, BPOM Kepulauan Riau telah banyak menyita makanan dan obat-obatan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami telah empat kali melakukan pemusnahan terhadap barang yang disita karena mengandung zat berbahaya," ujarnya.
Namun, makanan dan obat-obatan yang dilarang dijual pedagang masih beredar di beberapa toko dan swalayan di kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau."Peranan kami diibaratkan sebagai pemadam kebakaran," katanya.
Sumber: KOMPAS
Baca Selengkapnya...
My Blog List
Followers
KOMPAS.com
detiknews - detiknews
ANTARA - Berita Terkini
Impor Makanan Ilegal Rugikan Kesehatan Masyarakat
Label: Kesehatan
Depkes Kirim 25 Ton Obat Lagi untuk Korban Gempa
Bogor (ANTARA News) - Departemen Kesehatan (Depkes) pada hari Minggu akan mengirimkan tambahan obat sebanyak 25 ton untuk membantu korban bencana gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat (Jabar).
"Hari (Minggu) ini akan dikirim tambahan obat untuk lima kabupaten di Jabar yang dilanda gempa," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes dr Rustam S Pakaya, MPH, melalui pesan singkat (SMS) kepada ANTARA, Minggu siang.
Ia mengatakan, masing-masing daerah akan dikirim satu truk dengan jumlah sebanyak lima ton, sehingga totalnya berjumlah 25 ton.
Lima wilayah yang mendapat pasokan obat tambahan itu masing-masing adalah Kabupaten Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Dalam kaitan itu, katanya, tim kesehatan dari provinsi dibantu Depkes pusat sudah di lapangan dengan dukungan dari tim kesehatan masing-masing kabupaten tersebut untuk melakukan koordinasi.
Khusus mengenai fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK), menurut Rustam S Pakaya, pihaknya sudah menghubungi Kepala Dinkes Jabar dan berkoordinasi dengan kepala dinas pekerjaan umum (Kadis PU) dan dinas sosial (Dinsos).
Ia juga menjelaskan bahwa tim "surveilans" penyakit dan tim psikososial saat ini sedang berada di lapangan guna membantu mengatasi berbagai masalah yang ada pada korban.
Sedangkan lokasi-lokasi pengungsian juga akan segera disemprot (fogging) dengan disinfektan, karena di lokasi pengungsian rentan terhadap penyakit akibat situasi darurat bencana dimana masyarakat banyak berkumpul.
"Kondisi cuaca kalau malam hari sangat dingin, dan dengan alas tanah di mana terdapat serangga, mudah menyebabkan kondisi kesehatan pengungsi memburuk, sehingga dengan disemprot akan membunuh potensi kuman," katanya
Ditambahkannya bahwa beberapa hari sebelum terjadi gempa pada Rabu (2/9), memang di Kabupaten Tasikmalaya sedang terjadi kejadian luar biasa (KLB) diare, namun menurut Dinkes setempat sudah mereda.
Sedangkan mengenai pasien yang masih dirawat di rumah sakit masih terdapat 74 orang, dan yang sudah diperbolehkan pulang sebanyak 104 orang, demikian Rustam S Pakaya.(*)
Sumber: ANTARA
Baca Selengkapnya...
Label: Disaster
Selama Puasa Harus Melakukan Seks, Wajib dan sehat Jokkkk
BAGI PASANGAN SUAMI ISTERI selama bulan puasa ini janganlah berpuasa pula dalam berhungan seks. Tapi jangan pula bermain seks yang membatalkan puasa. Kabar gembira bagi penikmat seks, ternyata bermain seks secara rutin itu sangat bagus dan sehat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan seorang ilmuwan yang bernama Dr Levitas menyebutkan, tidak melakukan aktivitas seks dalam waktu cukup lama, akan menyebabkan kurangnya kualitas sperma, terutama bagi golongan pria yang mempunyai jumlah sperma rendah atau sedikit.
Dr Levitas melakukan penelitian di klinik kesuburannya pada 900 responden yang mengalami kesulitan mendapatkan momongan. la mengelompokkan responden berdasarkan jumlah rendah dan normalnya sperma. Kemudian menganalisa kualitas sperma setelah sebelumnya meminta mereka untuk tidak berhubungan seksual sama sekali selama rentang waktu satu sampai 14 hari.
Berpantang seks selama dua hari atau lebih untuk pria dengan jumlah sperma rendah justru akan mengurangi pergerakan sperma (kelincahan sperma berenang menuju sel telur) dan ukuran acrosome index-nya yang menunjukkan kuantitas sperma menembus sel telur.
Sedangkan untuk pria dengan jumlah sperma normal, penurunan pergerakan (kelincahan) sperma menuju sel telur terjadi setelah berpantang seks selama 11 hari, dan ukuran acrosome index-nya menunjukkan penurunan ke titik terendah setelah lima hari ‘absen’ seks.
Selama ini banyak klinik-klinik kesuburan dan bank sperma yang merekomondasikan berpantang seks selama lima hari, namun Dr Levitas menyebutkan hal tersebut terlalu lama untuk sperma dengan kuantitas rendah.
Meskipun Dr Levitas tak melihat apakah penurunan pergerakan sperma dan acrosome index berpengaruh pada tingkat kehamilan, namun kedua faktor tersebut sangat berperan penting menentukan tingkat kesuburan.
Dalam pertemuan tahunan di European Society for Human Reproduction and Endocrinology, Dr Levitas mengatakan “Saya tidak yakin apakah hal tersebut akan memicu masalah kesuburan, namun ada baiknya untuk pria dengan jumlah sperma rendah menghindari berpantang seks dalam waktu yang relatif lama.”
Sementara itu, seperti dikutip kapanlagi.com, ada 11 makanan yang bisa
menyediakan ‘bahan bakar’ yang esensial, guna mendongkrak gairah seksual, serta yang lebih penting, meningkatkan libido.
Seledri, Mungkin makanan ini bukanlah yang pertama ‘nyantol’ di pikiran, dalam kaitannya dengan aktivitas seksual. Namun sebenarnya seledri adalah makanan yang ‘fantastis’ sebagai sumber untuk menstimulasi gairah seksual karena mengandung androsterone, yakni jenis normon ‘anti-bau’ yang dilepaskan melalui kelenjar keringat yang bisa membangkitkan gairah seksual wanita. Seledri mentah sangat nikmat disantap.
Tiram Mentah, Tiram termasuk dalam golongan makanan yang ’seksi’. Tiram memiliki banyak sekali kandungan zat zinc, yang bisa menaikkan produksi sperma dan hormon testorerone. Tiram juga mengandung zat dopamine, yakni hormon untuk meningkatkan libido. Bisa menambahkan perasan lemon segar di atas daging tiram yang telah dibuka cangkangnya, sebelum mulai menyantapnya. Saat menyantapnya, rasakan sensasi yang empuk, basah dan licin yang dimilikinya, yang tentunya bisa menjadi sensasi awal foreplay.
Nanas, Buah nanas mengandung enzim bromelain , yang dipercaya bisa meningkatkan libido kaum pria. Selain itu juga termasuk makanan sumber potassium dan beberapa vitamin B, seperti riboflavin , yang bisa meningkatkan level energi seluruh tubuh. Saling menyuapi nanas, yang telah dikupas tentunya, dengan pasangan merupakan komunikasi pra-hubungan seksual.
Alpukat, Suku Aztec menyebut pohon alpukat sebagai ‘ahuacatl‘ alias ‘pohon buah zakar’. Hal itu dikarenakan selain bentuk buah alpukat memang mirip dengan bagian vital tubuh pria, buah ini juga memiliki kandungan asam folio yang tinggi, yang bisa membantu metabolisme protein untuk memberikan energi yang lebih pada tubuh kita. Alpukat juga mengandung vitamin B6 (sebuah nutrisi yang bisa meningkatkan produksi hormon pada pria) dan juga potassium (yang membantu meregulasi kelenjar thyroid pada wanita), di mana dua hal itu bisa meningkatkan libido, baik untuk pria maupun wanita.
Kacang Almond (atau jenis kacang pada umumnya), Kacang Almond
merupakan sumber zat asam,yang sangat penting untuk kelancaran produksi berbagai hormon pada pria. Selain itu, aroma dari Almond bisa membangkitkan ‘mood‘ untuk bercinta bagi wanita. Nyala lilin yang memiliki aroma Almond juga bisa meningkatkan ‘mood’ tersebut.
Mangga, Persik dan Strawberry, Buah-buahan berasa manis, lengket dan ‘berlendir’ akan bisa memanjakan sebelum maupun pada saat melakukan hubungan seksual. Ketiga buah-buahan tersebut di atas, memiliki bentuk, tekstur dan juga sifat ‘berair’ yang bisa memberikan sugesti erotis dan bisa memberikan kesenangan di tengah foreplay. Kupas dan peras buah-buahan tersebut, lalu teteskan ke sekujur tubuh. Saling menjilati bagian tubuh yang terkena tetesannya adalah sebuah permainan seks yang erotis. Hal itu juga bisa dimanfaatkan sebagai cara melakukan ‘penelusuran’ awal atas tubuh pasangan.
Telur, Walaupun bukanlah jenis makanan yang ’sensual’, namun telur kaya akan vitamin B6 dan B5. Kedua vitamin ini membantu penyeimbangan tingkat produksi hormon dan juga menurunkan ketegangan, dua hal yang sangat penting bagi kesehatan libido. Telur juga sebagai simbol dari kesuburan dan tunas kehidupan. Sebagian orang suka makan kuning telur
mentah untuk meningkatkan libido dan juga mendapatkan energi tubuh yang maksimal. Semua telur unggas dan ikan mengandung vitamin B5 dan B6.
Kurma, Buah kurma mengandung asam amino yang sangat tinggi, yang juga bisa meningkatkan libido. Mereka juga bisa menambah stamina saat berhubungan seksual. Selain itu, bentuk buah kurma segar, rasanya yang
manis dan ‘berlendir’ adalah dua hal yang bisa menggugah sensasi.
Hati, hati sebagai sumber glutamine yang sangat berguna bagi sistem kekebalan tubuh, sangat ‘ampuh’ untuk menaikkan libido dengan perlahan. Memang, bagi sebagian orang, makanan ini tak terlalu disukai. Namun jika mau mencobanya, akan merasakan khasiatnya yang luar biasa. Masaklah hati dengan ditambah irisan bawang merah, rempah-rempah dan juga minyak zaitun, untuk membuat rasanya lebih nikmat.
Bawang Putih, Tak bisa dipungkiri lagi, doyan makan bawang putih artinya harus pula ‘rajin’ mengunyah permen penyegar nafas. Namun, bukan itu poin yang terpenting. Bawang putih mengandung allicin yang bisa meningkatkan aliran darah ke organ-organ seks, yang berarti pula memberikan peningkatan libido.
Jika aromanya sangat mengganggu, tentunya tak perlu memakannya mentah-mentah, bisa mengkonsumsi ’saripati’ bawang putih yang telah dikemas dalam bentuk kapsul.
Coklat, Nah, untuk jenis makanan yang terakhir ini, tentunya lebih banyak orang yang menyukainya. Di samping kenyataan bahwa coklat adalah cara ‘terampuh’ untuk merayu wanita, makanan ini juga mengandung theobromine, jenis alkaloid, yang sangat mirip dengan zat caffeine.
Selain itu coklat juga mengandung zat phenylethylamine, senyawa kimia yang berkhasiat untuk memberikan rasa ‘cinta’. Jenis coklat hitam memiliki kandungan ‘anti-oksidan’ yang besar jumlahnya, yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama untuk sistem kekebalan. (infojambi.com/dari berbagai sumber)
Sumber: InfoJambi
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
7.803 Orang Mengungsi Akibat Gempa di Tasikmalaya
Hingga hari kedua pasca gempa bumi tektonik di Tasikmalaya Jawa Barat, sebanyak 7.803 orang mengungsi di tempat-tempat penampungan sementara. Pengungsi tersebar dibeberapa tempat di Provinsi Jawa Barat (5.415 orang) dan di Provinsi Jawa Tengah (2.388 orang).
Akibat gempa ini sedikitnya 59 orang meninggal, 32 orang hilang, 144 orang luka berat dan harus rawat inap dan 523 orang luka ringan. Selain itu, beberapa sarana kesehatan juga rusak diantaranya 1 RS, 22 Puskesmas, 29 Pustu. Sementara infrastuktur yang rusak meliputi 111 unit sekolah, 399 masjid/mushola, dan 8 unit perkantoran.
Demikian informasi yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari Kepala Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes dr. Rustam S. Pakaya, MPH.
Menurut dr. Rustam, Departemen Kesehatan telah mengirimkan bantuan berupa 3 orang petugas ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Cianjur membawa 25 kantong mayat, genset portable dan MP-ASI, 2 orang petugas ke Dinkes Kab. Tasikmalaya membawa 20 veltbed dan 2 orang petugas ke Dinkes Kab. Garut membawa MP-ASI 40 dus, obat paket, PAC 2 dus (1.000 sachet), dan polybag 1.000 buah. Depkes juga telah mengirimkan 5 ton MP-ASI ke 5 Kabupaten (Kab. Tasikmalaya, Kab. Cilacap, Kab. Cianjur, Kab. Garut dan Kab. Ciamis)
Bantuan yang dibutuhkan berupa 20 tenda pleton, 500 buah Velbed, 20 kantong mayat dan 1.500 selimut (Kab.Tasikmalaya), MP ASI untuk 2000 anak, 2.000 selimut, 10.000 pakaian dalam wanita, 300 kantong mayat, 500 velted, 5.000 kantong sampah, 500 paket higienis sanitasi dan 100 ampul ATS (Prov.Jawa Barat).
Dr. Rustam menyatakan, hingga saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Pemantauan tetap dilakukan oleh seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi yang mengalami kejadian gempa bumi tektonik serta Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Disaster
Jaminan Kesehatan untuk Kaum Miskin
Oleh: Ahmad Nurhasim
Jurnalis dan Mahasiswa Pascasarjana ITB, Bandung.
Kemiskinan dan kesehatan memiliki mata rantai yang tidak terputus. Kemiskinan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Kemiskinan menyebabkan akses terhadap makanan berkualitas terhambat, hidup dilingkungan buruk, akses pengetahuan hidup sehat rendah, gaya hidup buruk, dan saat si miskin sakit tidak mampu berobat. ”Kolaborasi” kemiskinan dan kesakitan menjadikan hidup tinggal menunggu kiamat.
Masyarakat yang sehat memperendah angka kemiskinan, karena orang yang sehat umumnya produktif, biaya berobat rendah (lalu bisa menabung), bisa mengakses informasi dan pengetahuan medis, gaya hidup positif, dan tingkat kematian rendah. Kesehatan adalah investasi, sakit adalah cost.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kematian bayi keluarga miskin tiga kali lebih tinggi dari keluarga tidak miskin. Dalam konteks negara, pertumbuhan ekonomi dengan tingkat kesehatan lebih baik (Infant Mortality Rate/ IMR antara 50-100 per 1.000 kelahiran hidup) adalah 37 kali lebih tinggi dibanding dengan negara dengan tingkat kesehatan lebih buruk (IMR lebih dari 150 per 1.000 kelahiran hidup). Makin rendah tingkat kematian bayi (IMR) makin sehat sebuah masyarakat, kini Singapura dan Jepang, masing-masing memiliki IMR 2,3 dan 2,8 per 1.000 kelahiran hidup.
Di kalangan masyarakat sangat miskin, miskin, dan tidak mampu, salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kesehatan adalah intervensi pemerintah pada salah satunya, kemiskinan atau kesehatan. Bisa juga intervensi keduanya, tapi membutuhkan kerjasama lintas departemen.
Oleh karena itu, kebijakan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjamin pelayanan kesehatan masyarakat sangat miskin, miskin, dan tidak mampu di puskesmas, rumah sakit, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya layak diapresiasi. Sebab, selama puluhan tahun ketidakmampuan membayar pelayanan kesehatan adalah kendala utama untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Sistem pembayaran uang tunai untuk pelayanan kesehatan lebih banyak dinikmati kelas menengah dan atas.
Program yang dikeluarkan sejak 2004 dengan nama Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin) dan sejak 2008 diganti nama menjadi Jaminan Keshatan Masyarakat Masyarakat (Jamkesmas) adalah bentuk keadilan dan pemerataan akses untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat bawah. Berbekal kartu Jamkesmas, warga yang sakit bisa memperoleh pelayanan kesehatan gratis dari puskesmas hingga rumah sakit kelas tiga. Program yang menyasar 76,4 juta jiwa miskin harus tepat sasaran, sehingga tidak terulang lagi warga miskin tidak terdata. Selain dari pusat, anggaran juga dikucurkan dari pemerintah daerah. Komitmen terhadap pembangunan bangsa harus dimulai dari menciptakan warga negara yang sehat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) terus menurun dan Umur Harapan Hidup (UHH) terus meningkat. Tahun 2004 AKB mencapai 35 per 1.000 kelahiran hidup, AKI 307 per 100.000 kelahiran hidup, dan UHH dari 66,2 tahun. Tahun 2007, AKB 26,9 per 1.000 kelahiran hidup, AKI 248 per 100.000 kelahiran hidup, dan UHH 70,5 tahun. Angka-angka itu menunjukkan bahwa ada kemajuan yang dari realisasi kebijakan kesehatan.
Kalangan kaya bisa leluasa berobat di rumah sakit elite di Singapuara, China, Jepang, atau Amerika Serikat. Padahal, sakit bukan hanya dimonopoli orang-orang kelas menengah dan kaya, tapi semua orang berpeluang sakit. Bahkan dikalangan rakyat miskin, kecenderungan untuk sakit lebih besar. Pendidikan, pengetahuan, dan penghasilan berpengaruh besar terhadap derajat kesehatan.
Tiga tahun lalu saya menyaksikan ratusan pasien dari kalangan miskin memenuhi bangsal-bangsal kelas tiga Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang. Di rumah sakit rujukan itu tempat tidur utnuk pasien sampai habis. Pada saat bersamaan, para pasien terus berdatangan dari berbagai pelosok Tangerang dan sekitarnya.
Para pasien dan keluarganya merasa ”dewa penolong” berupa pengobatan gratis itu telah datang lewat kebijakan Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin) yang dikeluarkan Departemen Kesehatan. Sudah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, mereka menderita sakit akut seperti diabetes, paru-paru, hipertensi, dan lainnya, tapi tidak ada biaya untuk berobat.
Kita berharap perubahan sistem pembayaran klaim Jamkesmas ke pemberi pelayanan kesehatan (PPK) – puskesmas, rumah sakit, dan tempat pelayanan kesehatan lainnya – secara langsung akan menjamin bahwa uang pelayanan kesehatan untuk orang-orang sakit akan sampai ke mereka yang berhak dan tidak terjadi korupsi. Transparansi dan bertanggung jawab harus dijunjung tinggi. Pengawasan harus selalu ditingkatkan sampai tingkat bawah. Sebab anggaran negara selalu menjadi ladang yang subur untuk dikorupsi.
Intervensi pemerintah dibutuhkan karena pelayan kesehatan berbeda dengan layanan publik lainnya. Setidaknya ada tiga keunikan layanan kesehatan harus diintervensi pemerintah. Keunikan pertama adalah ketidakpastian. Penyakit datang tanpa diundang dan tidak tahu waktu pasti kedatangannya. Resikonya, pembiayaan kesehatan datang mendadak dan tidak jarang dalam jumlah besar. Bahkan orang-orang kaya pun bisa jatuh miskin jika sudah tertimpa sakit karena aset-aset yang dimiliki digadaikan atau dijual untuk membiayai pelayanan kesehatan. Meskipun banyak dokter yang peduli dengan pembiayan kesehatan, sifat ketidakpastian ini membuka peluang dimanfaatkan dokter dan rumah sakit untuk mengambil keuntungan finansial.
Keunikan kedua adalah pelayanan kesehatan tidak bisa ditunda. Artinya, saat seseorang sakit, saat itu juga semestinya segera memperoleh pelayanan kesehatan. Semakin ditunda bisa berakibat buruk dan fatal. Untuk menyelamatkan nyawa seringkali apapun di korban. Pilihannya seringkali pelayanan kesehatan yang menggunakan alat-alat kedokteran mutakhir dan obat yang berbiaya mahal.
Keunikan ketiga adalah disparitas informasi dan pengetahuan yang lebar antara pasien dan dokter. Pasien sebagian besar tidak paham dunia medis, sehingga segenap upaya penyembuhan (jenis tindakan medis dan jenis obat) diserahkan sepenuhnya kepada dokter. Dokter memiliki kekuasaan penuh menentukan tindakan-tindakan medis terhadap pasien. Keadaan ini memberikan pelayanan berlebihan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sudah pasti bahwa pelayanan yang melebihi semestinya itu harus dibayar oleh pasien.
Intervensi Menteri Kesehatan dibutuhkan untuk menjamin bahwa orang-orang miskin juga berhak memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dibebani oleh biaya. Intervensi ini tidak sekedar meringankan biaya, tapi juga menciptakan pelayanan kesehatan yang adil, rasional, efisien, dan efektif. Pemerintah Kabupaten dan Kota harus memastikan bahwa warga sangat miskin, miskin dan tidak mampu harus didata untuk memperoleh layanan kesehatan gratis.
Pelayanan kesehatan tidak bisa hanya diserahkan kepada dokter dan rumah sakit. Bukankah hak memperoleh pelayanan kesehatan adalah hak asasi setiap warga negara yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945?
Sumber: KPPOD
Pernah dimuat di Harian INDOPOS - Rabu, 15 April 2009 - Hal. Opini.
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Presiden Janjikan Reformasi Bidang Kesehatan
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan reformasi di bidang kesehatan pada masa jabatannya yang kedua periode 2009-2014. Usai menyaksikan pengambilan sumpah 17 anggota Konsil Kedokteran periode 2009-2014 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9), Presiden menjanjikan kenaikan anggaran di bidang kesehatan serta mobilisasi sumber daya seperti yang dilakukan dalam reformasi di bidang pendidikan.
"Sekarang tengah disusun cetak biru rencana lima tahun mendatang, banyak agenda-agenda di bidang kesehatan yang akan kita lakukan," ujarnya.
Reformasi kesehatan itu, lanjut dia, akan membuat gebrakan mendasar untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di pusat dan daerah, termasuk meningkatkan kesejahteraan pelayan kesehatan seperti bidan dan perawat di daerah terpencil.
Selain itu, pemerintah selama lima tahun mendatang juga akan meningkatkan fungsi pencegahan seperti program penerangan kepada masyarakat.
Kepala Negara berharap dalam lima tahun mendatang di Indonesia sudah ada rumah sakit berkelas dunia sehingga tidak ada lagi warga negara Indonesia yang merasa perlu berobat ke luar negeri.
Ia meminta masyarakat untuk percaya kepada keahlian serta pelayanan kesehatan dalam negeri dengan mencontohkan dirinya yang selalu memeriksa kesehatan dan berobat di dalam negeri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan pengambilan sumpah 17 anggota Konsil Kedokteran periode 2009-2014 di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Konsil kedokteran Indonesia masa jabatan 2009-2014 beranggotakan 17 orang, di antaranya Ketua Ikatan Indonesia (IDI) Fachmi Idris, dan telah dikukuhkan keanggotaannya dengan Keppres No 45/M Tahun 2009 tentang terbentuknya Konsil Kedokteran Indonesia masa jabatan 2009-2014.
Konsil kedokteran dibentuk berdasarkan Undang-undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dengan tujuan memberikan perlindungan kepada pasien, mempertahankan, dan meningkatkan mutu pelayanan medis. Dalam melaksanakan tugasnya, konsil bertanggungjawab kepada presiden.
Sumber: Kompas
Baca Selengkapnya...
Label: Kesehatan
Depkes Kirim Tim Membantu Korban Gempa Tasikmalaya
Departemen Kesehatan telah mengirimkan 3 orang petugas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dengan membawa kantong mayat sebanyak 25 buah, genset portable dan MP-ASI, serta menyiapkan tim bantuan bila diperlukan. Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP, (K), hari ini juga mengunjungi korban gempa di Kab. Cianjur, kata dr. Rustam S. Pakaya, MPH, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Depkes.
Menurut dr. Rustam, jajaran Dinas Kesehatan setempat telah melakukan berbagai upaya untuk menolong korban gempa antara lain pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit serta melakukan pemantauan di lokasi bencana.
Perkembangan masalah kesehatan akibat gempa bumi di Kabupaten Tasikmalaya tanggal 2 September 2009 jam 15.55 yang dipantau Pusat Penanggulangan Krisis Depkes sampai dengan 3 September 2009 pk. 04.00 mengakibatkan 35 orang meninggal dunia dengan rincian 11 orang di Kab. Cianjur, 4 orang di Kab. Garut, 3 orang di Kab. Tasikmalaya, 6 orang di Kab. Bandung, 1 orang di Kab. Sukabumi, 1 orang di Kab. Ciamis, 3 orang di Kota Tasikmalaya dan 6 orang di Kota Banjar. Selain itu juga terdapat korban hilang sebanyak 40 orang di Kab Cianjur, kata dr. Rustam S. Pakaya, MPH .
Menurut dr. Rustam S. Pakaya, korban luka berat sebanyak 75 orang, dengan rincian sebanyak 1 orang dirawat RSCM Jakarta, 1 orang dirawat di RSU Ciamis, 4 orang dirawat di Kab. Cianjur, 15 orang di Kab. Bandung, 29 orang di Kab. Tasikmalaya dan 25 orang di Kab. Garut.
Sedangkan korban luka ringan sebanyak 363 orang, dengan rincian sebanyak 7 orang di RS MMC Jakarta, 19 orang di RS Jakarta, 4 orang di RSPP Jakarta, 10 orang di Kab. Cianjur, 2 orang di Kab. Sukabumi, 75 orang di Kab. Bandung, 22 orang di Kab. Garut, 200 orang di Kab. Tasikmalaya dan 24 orang di Kab. Ciamis.
Gempa juga mengakibatkan terjadi pengungsian sebanyak 2.000 orang yang tersebar di 5 kecamatan di kab Tasikmalaya. Sarana kesehatan yang rusak yaitu 1 unit Puskesmas rusak ringan di Kab Sukabumi dan 1 unit Puskesmas rusak berat di Kab. Tasikmalaya, tambah dr. Rustam.
Bantuan yang dibutuhkan berupa Velbed sebanyak 500 buah, kantong mayat 20 dan selimut sebanyak 1500 buah, ujar dr. Rustam.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Disaster
Tambahan 14 Kasus Baru Positif Influenza A H1N1, 2 orang meninggal
Badan Litbangkes Depkes tanggal 2 September 2009 melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A H1N1 sebanyak 14 kasus baru, 2 orang diantaranya meninggal dunia, seorang anak dari DKI Jakarta dan 1 orang perempuan dari Yogyakarta, keduanya mempunyai faktor risiko yang mendasari dan juga pneumonia, hasil laboratorium juga menunjukkan H1N1(+). Dengan demikian secara kumulatif, total kasus sampai saat ini 1.097 orang di 25 provinsi dan 10 kematian, kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS, Dirjen P2PL Depkes.
Ditambahkan, “data kasus influenza A H1N1 di negara tetangga kita menunjukkan Thailand memiliki 14.976 kasus dengan 119 kematian, Singapura 16 kematian, Malaysia 64 kematian dan Australia ada 35.095 kasus dengan 155 kematian", ujar Prof. Tjandra
Prof. Tjandra menjelaskan, penyakit influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat namun dapat dicegah.
Cara yang efektif untuk mencegah yaitu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar yakni makan dengan gizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun. Selain itu, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.
Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).
Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Influenza A H1N1
Laporan Permasalahan Kesehatan Aibat Banjir di Kab.Langkat, Sumatera Utara
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dan PPK Regional Sumtera utara pada tanggal 29 Agustus 2009 pukul 19.30 diketahui bahwa telah terjadi banjir di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Stabat, Desa Pantai Gemi dan Kecamatan Secanggang, Desa Perkotaan, Desa Karang Gading, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Banjir tersebut diakibatkan oleh meluapnya Sungai Blengking, yang mengakibatkan rumah tergenang sebanyak -+ 321 unit dengan ketinggian air hingga 70 cm. Saat ini ketinggian air 20 – 50 cm.
Tidak ada korban meinggal dan luka – luka, kunjungan korban banjir ke Pos Kesehatan sebanyak 42 orang dengan rincian Kecamatan Stabat 20 orang dan Kecamatan Secanggang 22 orang. Terjadi pengungsian di rumah Kepala Desa dan rumah yang tidak terendam banjir. Saat ini seluruh pengungsi sudah pulang ke rumah masing – masing.
Upaya yang dilakukan antara lain : mendirikan Pos Kesehatan 24 jam di Poskesdes dan Puskesmas, memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir, melakukan surveilans aktif oleh petugas puskesmas untuk SKD penyakit menular, melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait baik kabupaten dan provinsi, PPK Regional mengirimkan bantuan obat- obatan (4 paket), MP ASI , Kaporit dan pembersih air cepat, desinfektan, dan melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan.
Saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, PPK Regional Sumatera Utara dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.
Sumber: Depkes
Baca Selengkapnya...
Label: Disaster

