PWNU Jatim Haramkan Makanan Berformalin

03 June 2009

SURABAYA, KOMPAS.com - Peserta bahtsul masail (diskusi keagamaan) pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sepakat mengharamkan makanan yang mengandung formalin untuk dikonsumsi, diproduksi, dan diperdagangkan.

"Itu sesuai dengan hadits nabi yang menyatakan tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan orang lain," kata Katib (sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH drs Syarifudin Syarif setelah bahtsul masail PWNU Jatim di Balai Diklat Depag Jatim di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, mengkonsumsi dan memproduksi makanan olahan dengan campuran bahan seperti bahan kimia secara medis berbahaya untuk kesehatan, karena bahan kimia akan memicu penyakit dalam waktu dekat maupun selang beberapa tahun.

"Karena itu, kami mengimbau BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) untuk mengawasi makanan yang beredar di pasaran yang mengandung bahan kimia," katanya.

Bila mereka menemukan bahan atau makanan yang mengandung bahan kimia, maka makanan itu harus ditarik dari peredaran dengan memberlakukan sanksi kepada pihak yang sengaja memproduksi makanan dan mengedarkannya.

"Bahan kimia yang biasanya ada dalam makanan adalah formalin, bleng, boraks, melamin, dan zat pewarna yang berfungsi untuk mengawetkan, pemberi rasa, dan pengembang masakan. Makanan kedaluwarsa juga membahayakan kesehatan," katanya.

BBPOM dalam investigasi dan pengujian laboratorium mencatat 56 persen dari 98 sampel bahan makanan dinyatakan positif mengandung formalin.

Penggunaan formalin sebagai pengawet makanan itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, namun bahan makanan berformalin itu ada di pasar tradisional dan toko serba ada.

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Selain itu, kandungan formalin yang tinggi juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan).

Dampak formalin pada kesehatan manusia antara lain efek pada kesehatan manusia langsung terlihat seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing.

Bahtsul masail diikuti sepuluh kiai, di antaranya KH Anwar Manshur, KH Yasin Asmuni, KH Hasyim Abbas, KH Abdullah Syamsul Arifin, Syafrudin Syarif, KH Imam Syuhada, KH Asyhar Ahofwan, KH Azizi Chasbulloh, KH Muhibbul Amal, dan KH Romadlon Khotib.

Selain melakukan diskusi keagamaan, Muskerwil I PWNU Jatim pada 2-3 Juni itu juga membahas pemberdayaan organisasi NU, pengembangan pendidikan, teknologi informasi, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan sosial, kesehatan dan tenaga kerja, pengembangan dakwah pemikiran keagamaan, mobilisasi dana, dan pengelolaannya.

Sumber: KOMPAS

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya...
Untuk berkomentar, ketik di sini, nanti akan kami moderasi komentar Anda.

 
 
 
 
Copyright © MF Nurhuda Y