Tahun 2012 Bali Bebas Rabies

05 November 2009

Jakarta - Depkes. Pemerintah menargetkan Provinsi Bali bebas rabies pada tahun 2012 atau lebih cepat dari target nasional pada tahun 2015. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Bali dijadikan prioritas penanggulangan penyakit yang disebabkan gigitan hewan penular terutama anjing mengingat rabies di wilayah ini tergolong parah. “Apalagi Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia dan daerah strategis bagi ekonomi nasional. Kalau terlambat, dampaknya sampai ke manca negara”, kata Prof. Tjandra pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Tabanan Bali tanggal 4 November 2009.

Menurut Dirjen P2PL, berbagai kebijakan dilakukan Departemen Kesehatan dalam menanggulangi penyakit rabies. Depkes bekerja sama dengan WHO telah berupaya membantu pengendalian rabies di Provinsi Bali dengan menyediakan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia, menyediakan media penyuluhan, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan melalui pelatihan dokter/paramedis Puskesmas dan klinik swasta di 6 Kabupaten/Kota serta membantu kebutuhan vaksin antirabies untuk hewan sebanyak 120.000 dosis.

Prof. Tjandra menambahkan, agar masyarakat dengan mudah mendapat pertolongan bila digigit hewan penular rabies, maka seperti daerah tertular lain dianjurkan mendirikan ”Rabies Center” yaitu Puskesmas atau Rumah Sakit yang ditunjuk Dinas Kesehatan setempat sebagai pusat informasi dan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. Dengan bantuan Bupati atau Walikota se provinsi Bali, diharapkan ketersediaan sarana dan prasarana Rabies Center dapat dipenuhi.

Untuk mendukung Rabies Center tersebut, Depkes menyerahkan beberapa sarana pendukung seperti vaksin untuk manusia 100 kuur (400 vial) untuk 100 pasien, Alat Pelindung Diri (APD) 10 set untuk masing-masing Kabupaten/Kota, media promosi kesehatan khususnya rabies (poster, roll banner, eks banner, leaflet, buku pegendalian, poster dan CD).

Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah lomba melukis bertema anjing bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Tabanan. Hasil lomba melukis tersebut akan dipamerkan di Jakarta dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Tahun 2009.

Kegiatan Hari Rabies Sedunia tahun 2009 di Tabanan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Pejabat Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta Jajaran terkait dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Kantor Karantina Hewan serta pejabat terkait lainnya.

Prof. Tjandra mengakui, penyebaran rabies di Bali tergolong cepat. Jika tahun lalu kasusnya hanya terjadi di Badung dan Denpasar, saat ini telah menyebar ke-empat daerah lainnya yaitu Gianyar, Tabanan, Bangli dan Karangasem. Dinas Kesehatan setempat sampai saat ini telah mengidentifikasi 14.264 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan mengakibatkan 15 orang meninggal dengan klinis rabies dan 4 orang dengan hasil laboratorium positif. Sedangkan kasus gigitan akibat hewan penular rabies di seluruh Indonesia sampai saat ini bahkan telah mencapai lebih dari 12.000 kasus gigitan, dimana rata-rata kasus gigitan di 24 provinsi tertular rabies selama 5 tahun terakhir (2005 – 2009) adalah 18.469.

Selain banyaknya populasi anjing di P.Bali, juga banyak hewan penular rabies lainnya yaitu kera. Oleh karena itu perlu kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan virus rabies tersebut dari anjing kepada hewan lainnya terutama kera, ujar Prof. Tjandra.

Sebelumnya provinsi Bali merupakan provinsi bebas rabies. Namun dengan ditemukannya kasus positif pada anjing di daerah Kedonganan dan manusia di Desa Ungasan, Jimbaran, Kabupaten Badung pada bulan November 2008, Bali kemudian dinyatakan sebagi provinsi ke-24 yang tertular rabies.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Sesda Bali I Ketut Wija mengatakan, berbagai upaya telah dilaksanakan Pemerintah Prov. Bali dalam rangka mencegah penyebaran rabies antara lain dengan dikeluarkannya instruksi pelarangan lalu lintas hewan penular rabies dari kabupaten tertular ke kabupaten bebas lainnya namun hasilnya belum optimal.

Pelarangan tersebut ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 88 tahun 2008 tentang Penutupan Sementara Pemasukan dan atau Pengeluaran HPR dari dan atau ke Provinsi Bali. Disamping itu kepada Bupati dan Walikota se Bali agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit rabies melalui Surat Edaran dan Instruksi Nomor 1 tahun 2009 tentang pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies.

Langkah-langkah operasional lainnya, vaksinasi terhadap 66.901 ekor anjing (16,37%) dan dimusnahkannya sebanyak 26.705 ekor anjing (6,53%) dari 408.673 populasi anjing yang ada di Bali. Upaya pemulihan status kesehatan masyarakat bagi yang tergigit hewan penular rabies sudah dilakukan sebanyak 43.788 dosis vaksin anti rabies ditambah pembiayaan pengobatan lainnya yang diperlukan. Juga telah dikembangkannya Rabies Center di masing-masing kabupaten/kota sebagai tempat pelayanan kesehatan sekaligus tempat media promosi mengenai rabies kepada masyarakat, ujar Ketut Wija.

Peringatan Hari Rabies Sedunia dilaksanakan di Kabupaten Tabanan karena merupakan salah satu daerah tertular rabies. Sehingga diharapkan dapat menyatukan langkah dan gerak bersama dalam melaksanakan pemberantasan rabies di Kab. Tabanan khususnya dan provinsi Bali pada umumnya. Demikian Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama, SSos, MSi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian vaksinasi massal bagi hewan peliharaan (anjing) oleh Dinas Peternakan Kab. Tabanan dibawah koordinasi Depatemen Pertanian. Seusai acara dilakukan kunjungan ke Rabies Center yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Jl. Pahlawan 14 Tabanan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

Sumber: Depkes

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya...
Untuk berkomentar, ketik di sini, nanti akan kami moderasi komentar Anda.

 
 
 
 
Copyright © MF Nurhuda Y