BPHI Siapkan Diri Sambut Hari Armina

26 November 2009

Jakarta - Depkes. Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya hari Armina yang akan dilaksanakan Kamis, tanggal 9 Dzulhijah 1430 H atau 26 November 2009. Untuk mendukung Armina tersebut, BPHI telah mempersiapkan tenaga kesehatan, persediaan obat, perbekalan kesehatan dan mobil ambulan untuk melayani jamaah haji yang sakit dalam melaksanakan wukuf di Arafah.

Hal tersebut disampaikan Sesjen Depkes sebagai Ketua Tim Pengawasan, Pengendalian dan Pelaporan (Wasdal) Pelayanan Kesehatan Haji dr. Sjafi’i Ahmad, MPH di Makkah, Arab Saudi.

Khusus pelaksanaan safari wukuf, BPHI mempersiapan tenaga kesehatan yang mobile yang terdiri dari 10 dokter spesialis, 27 perawat yang melakukan upaya pelayanan kesehatan yang didukung oleh tenaga kesehatan di kloter masing-masing. Hal ini dilakukan agar safari wukuf dapat terselenggara lebih optimal, tegas Sesjen.

Lebih lanjut dr. Sjafi’i mengatakan persiapan safari wukuf telah dilakukan 10 hari sebelum hari-H wukuf Arafah, setiap dokter kloter mengidentifikasi pasien sakit untuk disafari wukufkan.

Diperkirakan 150 orang jamaah haji menjadi peserta safari wukuf yang dikelompokkan sesuai dengan kondisi kesehatan yaitu; 40 jamaah menggunakan 16 mobil ambulan, 40 orang jamaah menggunakan sejenis metromini (coaster) yang didesain khusus untuk membawa pasien dan 80 orang jemaah akan diangkut menggunakan bus, jelas dr.Sjafi’i.

Terkait sistem pelayanan kesehataan haji, Waka Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Pelayanan Kesehatan Dr. dr. Barita Sitompul, Sp.SJ menjelaskan sistem kesehatan membagi tiga daerah kerja yaitu; Jeddah, Makkah dan Madinah. Tenaga kesehatan Jeddah untuk melayani pasien ketika baru datang dari tanah air, tenaga kesehatan Madinah melayani pasien yang datang dari Indonesia dan jemaah Arbain, sedangkan tenaga kesehatan Makkah melayani jemaah saat berada di Makkah.

Begitu mendekati waktu wukuf, jamaah di Madinah kosong, maka tenaga kesehatan Madinah ditarik ke Makkah untuk memberi pelayanan kesehatan di Mina dengan mendirikan pos pelayanan kesehatan yang didukung 9 buah ambulan. Sedangkan untuk melayani jamaah di Arafah menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan Daerah Kerja Jeddah yang didukung 9 buah ambulan. Khusus pelayanan kesehatan bagi jamaah yang mabit di Musdalifah dilakukan oleh tenaga kesehatan dari 11 kloter Daker Sektor Makkah, jelas dr. Barita.

Dalam keteranganya, Plt. Kepala Pusat Kesehatan Haji Depkes dr. Andi Muhadir MPH menjelaskan musim haji tahun ini, dari seluruh jemaah haji masuk Makkah, baik jemaah biasa maupun khusus, terdiri dari wanita (54,66%) dan pria (45,33%), yang diantaranya 42,88 persen berusia lanjut.

Lebih lanjut, anggota tim wasdal ini menjelaskan sampai 23 Nopember 2009 jumlah jemaah rawat jalan di kloter 111.403 orang, BPHI dan sektor 1047 orang. Dari evaluasi tim wasdal hingga saat ini angka kematian jemaah 99 orang, ini menurun dibandingkan waktu yang sama pada tahun 2008 sebesar 120 orang. Sedangkan kasus sebagian luar biasa tidak ada. Hal ini menggambarkan adanya perbaikan yang cukup signifikan dalam upaya pelayanan kesehatan jemaah haji sejak tanah air sampai saat ini.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, call center: 021-30413700, atau alamat e-mail: puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

SUmber: Depkes

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya...
Untuk berkomentar, ketik di sini, nanti akan kami moderasi komentar Anda.

 
 
 
 
Copyright © MF Nurhuda Y